Mengawali Jejak Berprestasi, SMP Negeri 51 Surabaya Resmi Buka MPLS 2026 dengan Semangat Karakter Unggul
![]() |
| Rangkaian Kegiatan Selama MPLS Hari Pertama SMP Negeri 51 Surabaya |
Surabaya – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 SMP Negeri 51 Surabaya resmi dimulai pada Senin, 13 Juli 2026. Beberapa rangkaian kegiatan telah dirancang untuk membentuk karakter peserta didik baru. Pada pukul 06.00, kegiatan MPLS hari pertama ini diawali dengan penyambutan hangat melalui penerapan budaya 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, dan Santun) oleh Kepala Sekolah, guru, serta tenaga kependidikan di dekat gerbang utama sekolah.
![]() |
| Kepala Sekolah, guru, dan tenaga kependidikan SMP Negeri 51 Surabaya melaksanakan budaya 5S saat penyambutan peserta didik baru. |
Mengawali hari, tepat pukul 06.30 WIB, seluruh peserta didik baru kelas 7 diarahkan menuju aula sekolah untuk mengikuti agenda daring bertajuk "Suksesi MPLS Hybrid Serentak" yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Selama 45 menit, para siswa menyimak arahan strategis terkait pendidikan karakter yang berlangsung serentak di seluruh wilayah Jawa Timur.
Menanamkan Adab dan Disiplin
![]() |
| Pelaksanaan Upacara Pembukaan MPLS SMP Negeri 51 Surabaya |
Setelah mengikuti agenda daring, suasana khidmat menyelimuti lapangan
sekolah saat upacara pembukaan MPLS 2026 dilaksanakan tepat pukul 08.00 WIB.
Kepala SMP Negeri 51 Surabaya memimpin langsung upacara tersebut dan memberikan
amanat penting bagi seluruh peserta didik baru.
"Sebagai murid, kunci utama keberhasilan adalah menjadi pribadi yang beradab dan disiplin. Hal ini mencakup disiplin berpakaian, kedisiplinan waktu, serta kepatuhan terhadap seluruh tata tertib yang berlaku di sekolah," tegas Kepala Sekolah dalam amanatnya.
Eksplorasi Lingkungan dan Sosialisasi Karakter
Usai upacara, peserta didik baru didampingi pengurus OSIS serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana berkeliling lingkungan sekolah untuk mengenal fasilitas pembelajaran. Dalam kegiatan tersebut, peserta didik baru kelas 7 terlihat antusias dan ceria selama mengeksplorasi fasilitas yang ada di sekolah. Beberapa dari mereka pun terlihat sering bertanya pada pendamping kelompok terkait fasilitas pembelajaran yang ada di sekolah.
![]() |
| Peserta Didik Baru Kelas 7 Melaksanakan Pre-Test dengan Menggambar Denah dari Fasilitas Pembelajaran di Sekolah |
Setelah kegiatan eksplorasi usai, peserta didik baru kembali ke ruang kelasnya masing-masing. Ada sesi tanya-jawab singkat dengan anggota OSIS selama eksplorasi berlangsung. Uniknya, peserta didik ditantang membuat denah sederhana guna mengasah daya ingat terhadap tata letak ruang di sekolah.
![]() |
| Sosialisasi “Wawasan Wiyata Mandala” oleh Ibu Siti Maisaroh, S.Pd.I, M.Pd. |
Memasuki sesi berikutnya, serangkaian sosialisasi bertema penguatan
karakter digelar di aula sekolah. Sesi pertama, bertajuk "Wawasan Wiyata
Mandala", disampaikan oleh Drs. Komari, Siti Maisaroh, S.Pd.I., M.Pd., dan
Fezar Adiwira Kusumawardhani, S.Pd. Sosialisasi ini bertujuan agar peserta
didik baru kelas 7 memahami fungsi sekolah sebagai ruang pengembangan diri yang
aman dan nyaman.
Tak kalah menarik, sesi kedua mengusung tema "Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat" yang dipandu oleh Nora Apriliana, S.Pd., M.Pd. dan Galuh Suci Lestari, S.Pd. Peserta didik diajak mengenal "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" melalui metode yang interaktif: bernyanyi, beraksi, dan menulis catatan.
![]() |
| Sosialisasi “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” oleh Ibu Nora Apriliana, S.Pd., M.Pd., dan Galuh Suci Lestari, S.Pd. |
"Tujuh kebiasaan ini, dimulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, hingga bermasyarakat. Kebiasaan tersebut jika diterapkan, maka sangat krusial untuk membentuk karakter murid yang tangguh dan sehat, sebagai langkah awal menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Ibu Nora Apriliana. Oleh sebab itu, murid baru diharapkan mulai membiasakan tujuh hal tersebut, agar menjadi pelajar yang berkarakter, tangguh, dan sehat di masa mendatang.
Literasi Digital dan Karakter Religius
![]() |
| Sosialisasi “Penggunaan Internet 30 Menit dan Media Sosial Sehat” oleh Fajar Hariyadi, S.Si., M.Si. dan Ali Al Afan, S.Pd. |
Di sesi akhir sosialisasi, siswa mendapatkan wawasan mengenai literasi
digital melalui materi "Penggunaan Internet 30 Menit dan Media Sosial
Sehat". Fajar Hariyadi, S.Si., M.Si., dan Ali Al Afan, S.Pd., memandu
peserta didik baru kelas 7 menonton video edukasi serta mengajak mereka membuat
takarir (caption) berisi pesan positif. Aktivitas ini diharapkan
mampu meningkatkan kesadaran siswa dalam membatasi durasi penggunaan gawai (screentime) secara bijak.
Rangkaian MPLS hari pertama pun ditutup dengan praktik baik karakter religius melalui pelaksanaan salat Duhur berjamaah bagi peserta didik muslim dan doa bersama bagi peserta didik nonmuslim. Penutupan ini menjadi refleksi spiritual sekaligus pengingat bahwa di balik kecerdasan intelektual, fondasi spiritual, dan akhlak mulia tetap menjadi prioritas utama di SMP Negeri 51 Surabaya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar