Pembagian PIN dan Sosialisasi PPDB Satu Lokasi 2015

Senin, 13 Juli 2026

Mengawali Jejak Berprestasi, SMP Negeri 51 Surabaya Resmi Buka MPLS 2026 dengan Semangat Karakter Unggul

 Mengawali Jejak Berprestasi, SMP Negeri 51 Surabaya Resmi Buka MPLS 2026 dengan Semangat Karakter Unggul

Rangkaian Kegiatan Selama MPLS Hari Pertama SMP Negeri 51 Surabaya

Surabaya – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 SMP Negeri 51 Surabaya resmi dimulai pada Senin, 13 Juli 2026. Beberapa rangkaian kegiatan telah dirancang untuk membentuk karakter peserta didik baru. Pada pukul 06.00, kegiatan MPLS hari pertama ini diawali dengan penyambutan hangat melalui penerapan budaya 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, dan Santun) oleh Kepala Sekolah, guru, serta tenaga kependidikan di dekat gerbang utama sekolah.


Kepala Sekolah, guru, dan tenaga kependidikan SMP Negeri 51 Surabaya melaksanakan budaya 5S saat penyambutan peserta didik baru.

Mengawali hari, tepat pukul 06.30 WIB, seluruh peserta didik baru kelas 7 diarahkan menuju aula sekolah untuk mengikuti agenda daring bertajuk "Suksesi MPLS Hybrid Serentak" yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Selama 45 menit, para siswa menyimak arahan strategis terkait pendidikan karakter yang berlangsung serentak di seluruh wilayah Jawa Timur.

Menanamkan Adab dan Disiplin

Pelaksanaan Upacara Pembukaan MPLS SMP Negeri 51 Surabaya

Setelah mengikuti agenda daring, suasana khidmat menyelimuti lapangan sekolah saat upacara pembukaan MPLS 2026 dilaksanakan tepat pukul 08.00 WIB. Kepala SMP Negeri 51 Surabaya memimpin langsung upacara tersebut dan memberikan amanat penting bagi seluruh peserta didik baru.

"Sebagai murid, kunci utama keberhasilan adalah menjadi pribadi yang beradab dan disiplin. Hal ini mencakup disiplin berpakaian, kedisiplinan waktu, serta kepatuhan terhadap seluruh tata tertib yang berlaku di sekolah," tegas Kepala Sekolah dalam amanatnya.

Eksplorasi Lingkungan dan Sosialisasi Karakter

Usai upacara, peserta didik baru didampingi pengurus OSIS serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana berkeliling lingkungan sekolah untuk mengenal fasilitas pembelajaran. Dalam kegiatan tersebut, peserta didik baru kelas 7 terlihat antusias dan ceria selama mengeksplorasi fasilitas yang ada di sekolah. Beberapa dari mereka pun terlihat sering bertanya pada pendamping kelompok terkait fasilitas pembelajaran yang ada di sekolah.

Peserta Didik Baru Kelas 7 Melaksanakan Pre-Test dengan Menggambar Denah dari Fasilitas Pembelajaran di Sekolah


Setelah kegiatan eksplorasi usai, peserta didik baru kembali ke ruang kelasnya masing-masing. Ada sesi tanya-jawab singkat dengan anggota OSIS selama eksplorasi berlangsung. Uniknya, peserta didik ditantang membuat denah sederhana guna mengasah daya ingat terhadap tata letak ruang di sekolah.

Sosialisasi “Wawasan Wiyata Mandala” oleh Ibu Siti Maisaroh, S.Pd.I, M.Pd.

Memasuki sesi berikutnya, serangkaian sosialisasi bertema penguatan karakter digelar di aula sekolah. Sesi pertama, bertajuk "Wawasan Wiyata Mandala", disampaikan oleh Drs. Komari, Siti Maisaroh, S.Pd.I., M.Pd., dan Fezar Adiwira Kusumawardhani, S.Pd. Sosialisasi ini bertujuan agar peserta didik baru kelas 7 memahami fungsi sekolah sebagai ruang pengembangan diri yang aman dan nyaman.

Tak kalah menarik, sesi kedua mengusung tema "Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat" yang dipandu oleh Nora Apriliana, S.Pd., M.Pd. dan Galuh Suci Lestari, S.Pd. Peserta didik diajak mengenal "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" melalui metode yang interaktif: bernyanyi, beraksi, dan menulis catatan. 

Sosialisasi “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” oleh Ibu Nora Apriliana, S.Pd., M.Pd., dan Galuh Suci Lestari, S.Pd.

"Tujuh kebiasaan ini, dimulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, hingga bermasyarakat. Kebiasaan tersebut jika diterapkan, maka sangat krusial untuk membentuk karakter murid yang tangguh dan sehat, sebagai langkah awal menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Ibu Nora Apriliana. Oleh sebab itu, murid baru diharapkan mulai membiasakan tujuh hal tersebut, agar menjadi pelajar yang berkarakter, tangguh, dan sehat di masa mendatang.

Literasi Digital dan Karakter Religius



Sosialisasi “Penggunaan Internet 30 Menit dan Media Sosial Sehat” oleh Fajar Hariyadi, S.Si., M.Si. dan Ali Al Afan, S.Pd.

Di sesi akhir sosialisasi, siswa mendapatkan wawasan mengenai literasi digital melalui materi "Penggunaan Internet 30 Menit dan Media Sosial Sehat". Fajar Hariyadi, S.Si., M.Si., dan Ali Al Afan, S.Pd., memandu peserta didik baru kelas 7 menonton video edukasi serta mengajak mereka membuat takarir (caption) berisi pesan positif. Aktivitas ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa dalam membatasi durasi penggunaan gawai (screentime) secara bijak.

Rangkaian MPLS hari pertama pun ditutup dengan praktik baik karakter religius melalui pelaksanaan salat Duhur berjamaah bagi peserta didik muslim dan doa bersama bagi peserta didik nonmuslim. Penutupan ini menjadi refleksi spiritual sekaligus pengingat bahwa di balik kecerdasan intelektual, fondasi spiritual, dan akhlak mulia tetap menjadi prioritas utama di SMP Negeri 51 Surabaya. 

Jumat, 10 Juli 2026

Sambut Generasi Baru: SMP Negeri 51 Surabaya Gelar Pra-MPLS Ramah dengan Semangat Budaya 5S

Sambut Generasi Baru: SMP Negeri 51 Surabaya Gelar Pra-MPLS Ramah dengan Semangat Budaya 5S

Rangkaian Kegiatan Selama Pra-MPLS SMP Negeri 51 Surabaya

Surabaya – Suasana penuh kehangatan terasa di SMP Negeri 51 Surabaya pada Jumat, 10 Juli 2026. Sekolah tersebut resmi telah memulai rangkaian kegiatan Pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru sebelum pelaksanaan MPLS resmi dilaksanakan. Kegiatan pra-MPLS ini, diawali dengan penerapan langsung budaya 5S, yaitu Salam, Sapa, Senyum, Sopan, dan Santun.

Ibu Kepala Sekolah, Bapak/Ibu guru, tenaga kependidikan, dan OSIS SMP Negeri 51 Surabaya melaksanakan budaya 5S saat penyambutan peserta didik baru.

Sejak pukul 06.00 WIB, Kepala Sekolah, Bapak/Ibu guru, tenaga kependidikan, dan OSIS SMP Negeri 51 Surabaya menyambut kedatangan peserta didik baru di dekat pintu gerbang utama. Penerapan budaya 5S ini diharapkan menjadi gerbang utama dalam upaya membangun relasi yang positif antara pendidik dengan peserta didik baru. Selain itu, peserta didik baru diharapkan merasa aman, nyaman, dan bahagia saat menginjakkan kaki di sekolah.

Alur mobilisasi peserta didik baru diatur secara sistematis oleh OSIS SMP Negeri 51 Surabaya.

Setelah penyambutan hangat, alur mobilisasi peserta didik baru diatur secara sistematis oleh OSIS SMP Negeri 51 Surabaya. Peserta didik baru yang baru datang, langsung diarahkan menuju lantai dua. Penempatan ruang kelas ini dilakukan untuk keperluan Bridging Course serta memastikan agar kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib.

Membangun Fokus dan Karakter

Sebelum memulai kegiatan Bridging Course, peserta didik baru diajak untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kerohanian (ketanangan batin). Di dalam ruang kelas, mereka berdoa bersama. Setelah itu, lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan bersama-sama. Kegiatan ini mnejadi momen penting, agar seluruh rangkaian acara Pra-MPLS berlangsung dengan lancar dan kondusif.

Pelaksanaan doa bersama serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Agenda selanjutnya adalah pelaksanaan Bridging Course atau tes kemampuan akademik. Ada enam mata pelajaran yang diujikan, yaitu Pendidikan Pancasila, Literasi, Numerasi, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa Inggris. Waktu penyelesaian selama 90 menit. Peserta didik disarankan untuk mengerjakan soal yang ada dengan jujur, karena hal ini penting dalam pemetaan potensi, minat, dan kemampuan dasar masing-masing.

Pelaksanaan Bridging Course di salah satu ruang kelas 7 dengan kondusif.
Bridging Course ini bukan untuk mencari nilai sempurna, melainkan langkah pertama untuk memetakan potensi, minat, dan kemampuan dasar murid di masing-masing bidang studi. Oleh sebab itu, kejujuran dan percaya pada kemampuan diri sendiri adalah kunci keberhasilan tersebut.” ujar salah satu perwakilan pendidik yang menjadi pengawas di kelas.

Persiapan Matang Menuju Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)

Pengarahan intensif kepada peserta didik baru terkait pelaksanaan MPLS yang akan resmi dilaksanakan pada 13 hingga 17 Juli mendatang.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan Pra-MPLS hari ini, seluruh peserta didik baru diarahkan dan berkumpul di aula sekolah. Dalam sesi ini, mereka menerima pengarahan intensif mengenai pelaksanaan MPLS yang akan resmi digelar pada 13 hingga 17 Juli mendatang.

Penyampaian informasi yang detail dan komprehensif ini diharapkan dapat membekali peserta didik baru dengan pengetahuan serta pemahaman yang jelas mengenai budaya sekolah, tata tertib, hingga pengenalan kurikulum. Pemahaman tersebut diharapkan memudahkan proses yang mereka jalani selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 51 Surabaya. Bersamaan dengan semangat baru dan persiapan yang baik, peserta didik baru diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat dan melukis prestasi cemerlang selama masa studi di SMP Negeri 51 Surabaya.