Jumat, 02 Desember 2011

Semangat SMPN 51 Di Tengah Keterbatasan Lahan

Surabaya- Menjadi sekolah satu atap bersama SDN Balas Klumprik 1 dan SDN Balas Klumprik 2 menjadi tantangan tersendiri bagi SMPN 51 untuk mewujudkan sekolah peduli lingkungan hidup. Selain faktor lahan sekolah yang harus berbagi, warga sekolah yang berbeda tingkatan juga menjadi kendala, karena masing-masing sekolah memiliki kebijakan sendiri. Hal ini disampaikan oleh Ahmad Zainuddin, guru pembina kader lingkungan SMPN 51 saat pembinaan dan pemantauan Surabaya Eco School, Jumat (4/11). 


“Kami akui kami kesulitan untuk mensinergikan kegiatan lingkungan ini dengan pihak SD. Oleh karena itu kegiatan lingkungan hanya masih untuk siswa SMP, belum melibatkan siswa SD,” kata Ahmad Zainuddin. Ditambahkannya kembali bahwa sesungguhnya SMP 51 sudah berupaya secara tidak langsung turut menanamkan perilaku ramah lingkungan kepada siswa SD melalui slogan-slogan peduli lingkungan yang dibuat. “Selain untuk mengingatkan siswa SMP, slogan tersebut juga membantu terbentuknya kesadaran bagi siswa SD,” ujarnya.
Dalam ajang Surabaya Eco School ini dibentuk tiga satuan tugas (satgas) beranggotakan para siswa untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dan asri. “Satgas yang kami bentuk masing-masing bertanggung jawab terhadap tanaman, kebersihan dan sampah yang di sekolah,” kata Andri Sandika, siswa kelas VII.
Dikatakan oleh Andri bahwa sebagian teman-temannya masih sulit diajak memilah sampah. “Saat ini sudah lebih baik karena sudah banyak yang mau memilah sampah,” ungkap Andri, ketua kader lingkungan sekolah ini. Sampah yang telah terpilah selama ini telah dimanfaatkan sebagian untuk karya daur ulang. Karya-karya tersebut telah dipajang di kelas masing-masing.
Selain pemilahan sampah, penambahan jumlah tanaman telah dilakukan melalui program satu siswa satu pohon. Rizsa Sekar menyampaikan bahwa tanaman yang dibawa telah diletakkan di depan kelas masing-masing. “Tak hanya membawa, namun mereka juga diharuskan merawat tanaman yang telah dibawa,” kata Rizsa.
Surabaya Eco School 2011 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya. Program yang memadukan kompetisi, pembinaan dan pemantauan ini diselenggarakan oleh pemerintah kotaSurabayadan Tunas Hijau. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surabaya, ASUS, PPS Teflon Paint Protection, PT. Dharma Lautan Utama dan Perum Jasa Tirta I. (don)

http://surabayaecoschool.tunashijau.org/?p=1813#comment-378

Kegiatan Hari Pahlawan 10 November 2011

Sederhana tapi meriah. Itulah kesan yang muncul dalam acara Hari pahlawan (10/11) di SMPN 51 Surabaya. Selain bertujuan memperingati hari pahlawan, kegiatan ini juga untuk menanamkan semangat kepahlawanan arek-arek Suroboyo kepada siswa. Tidak hanya memakai pakaian ala pejuang, seluruh siswa juga mengikuti aneka kegiatan di antaranya lomba fashion ala pejuang, bazaar, dan tampilan seni siswa. Di atas panggung yang terbuat dari semen dan keramik, sehingga bisa dikatakan menjadi panggung terkuat, para siswa secara bergantian berjalan melenggak-lenggok seperti seorang model yang profesional. Di tengah acara, para siswa dihibur penampilan tari dance dan pembacaan parade puisi perjuangan. Di akhir acara, panitia memberikan hadiah kepada para pemenang, yang diserahkan langsung oleh Bapak Drs. Bambang Wahyudi, M.Si., selaku kepala sekolah. Semoga tahun depan dapat melaksanakan acara yang lebih meriah dan sukses.